Terduga Teroris di Surabaya Penjual Sayur Keliling

Syaikhul Hadi    •    Senin, 19 Jun 2017 19:36 WIB
penggerebekan teroris
Terduga Teroris di Surabaya Penjual Sayur Keliling
Lokasi Penangkapan terduga teroris di Jalan Tanah Merah Gang II, Kecamatan Kenjeran Surabaya, Senin, 19 Juni 2017. --MTVN/Syaikhul--

Metrotvnews.com, Surabaya: Seorang terduga teroris, Agus Tri Mulyono (ATM), merupakan seorang tukang sayur keliling. Dia ditangkap di kawasan Jalan Tanah Merah, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Senin, 19 Juni 2017.

Marhayati, 60, warga setempat, mengaku heran atas penangkapan Agus, 37. Pasalnya, Agus atau biasa disebut Pak Jenggot juga dikenal sosok yang baik. 

"Enggak nyangka saja, tiba-tiba dia diciduk polisi," ujar Marhayati, saat ditemui di lokasi penggerebekan, Senin, 19 Juni 2017. 

Pak Jenggot, lanjutnya, dikenal sebagai sosok yang ramah sesama tetangga. Kesehariannya bekerja sebagai penjual sayur keliling menggunakan gerobak yang dimodifikasi menggunakan sepeda motor. 

"Banyak tetangga yang mengambil sayuran ke dia. Saking baiknya, terkadang sayur yang dibelinya bisa dihitung," katanya. 

Tak ada suasana yang berbeda saat penangkapan. Penangkapan yang berlangsung tiba-tiba tersebut sempat mengagetkan warga setempat. Ada salah satu warga yang mengetahui penangkapan sempat berteriak dan minta tolong agar istri Agus diberitahu. 

"Ibu penjual warung, Jumaleha, sempat berteriak, dan minta tolong diberitahukan ke istri Agus, bahwa Agus sedang dibawa polisi. Akhirnya warga keluar semua menyaksikan penangkapan tersebut," jelasnya. 

Jumaleha sempat curiga dengan keberadaan dua orang yang diketahui anggota Densus 88. Dua anggota tersebut membeli sebuah minuman di warungnya sembari menunggu. Sementara, dua anggota lainnya sempat mengikuti Agus yang sedang salat di Masjid Umar yang lokasinya berdekatan dengan rumah yang bersangkutan.

"Sempat ditanya, mau nyari siapa pak. Tapi orang itu bilang enggak cari siapa-siapa, kami tahunya setelah penangkapan itu. Begitu keluar dari masjid, pak jenggot langsung di tangkap dan dikeler (dibawa)," jelas Marhayati.


(ALB)