Warga Mengakui Kemudahan Sistem Tilang Elektronik

Nurul Hidayat    •    Selasa, 18 Apr 2017 12:52 WIB
sistem tilang elektronik
Warga Mengakui Kemudahan Sistem Tilang Elektronik
Polisi di Jombang menerapkan e-Tilang bagi pelanggar aturan lalu lintas -- MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Sebulan sudah Satuan Lalu Lintas Polres Jombang menerapkan sistem tilang elektronik atau e-Tilang. Pengendara yang terkena tilang mengakui, proses e-Tilang lebih mudah dan cepat dari pada harus mengikuti sidang di pengadilan.

"Cukup datang ke BRI atau ke Ajungan Tunai Mandiri (ATM). Bayar denda sesuai pelanggaran dan langsung ambil Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang disita, proses selesai," kata Nur Alifah, 22, warga Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur, Selasa, 18 April 2017.

(Baca: Ini Kelebihan dan Kekurangan Tilang Elektronik)

Hal senada diutarakan Suyanto, 23, warga Kecamatan Jombang. Ia awalnya mengaku sempat kawatir dengan jumlah denda yang harus dibayarnya saat memilih e-Tilang.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, denda karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) mencapai Rp1 juta. "Ternyata, setelah membayar di bank, dendanya Rp75 ribu. Prosesnya juga cepat, tidak perlu menunggu waktu seminggu untuk sidang di pengadilan," jelas Suyanto.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jombang Ajun Komisaris Polisi Inggal Widya Perdana menjelaskan, tujuan penerapan e-Tilang adalah mempermudah proses tilang dan meniadakan praktik pungli anggota di lapangan. "Semua denda yang disetorkan pelanggar akan langsung masuk dalam kas negara," pungkasnya.

(Baca: Sistem e-Tilang Mempermudah Kinerja Hakim)


(NIN)