Tukang Cangkul Asal Malang Ini Naik Haji

Amaluddin    •    Kamis, 10 Aug 2017 10:30 WIB
haji 2017
Tukang Cangkul Asal Malang Ini Naik Haji
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Siapa sangka, Ahmad Legi Seneman, calon haji (calhaj) asal Desa Baran Tegaron, Kecamatan Lesan Puro, Kota Malang, Jawa Timur, bisa berangkat haji 2017 ini. Sebab, pria berusia 59 tahun ini hanya memiliki penghasilan sebesar Rp40 ribu per hari.

"Keseharian saya bekerja sebagai tukang cangkul, hasil mencangkul itu saya dapat upah Rp40 ribu per hari. Alhamdulillah tahun ini saya bisa berangkat haji," kata pria enam bersaudara ini, saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Rabu, 9 Agustus 2017.

Legi, demikian ia disapa, mengatakan dalam kesehariannya ia bekerja sebagai tukang cangkul di kebun, misalnya mencangkul tanaman pisang, sawah, dan lainnya. Selain mencangkul, Legi juga merawat sapi milik orang.

"Setiap hari saya juga mencari rumput sebagai pakan sapi. Sistem pembayaran merawat sapi ini dengan bagi hasil, masing masing 50 persen bagi pemilik dan perawat. Saya mendapat upah jasa merawat sapi sebanyak Rp2 juta per tahun," katanya.


Ahmad Legi Seneman, calhaj asal Kota Malang. (MTVN/Amal).

Meski demikian, Legi mengaku tekun menyisihkan uang untuk berangkat haji. Itu ia lakukan selama 12 tahun atau sejak tahun 2006 hingga 2017. Untuk mewujudkan impiannya berangkat haji, ia dan istrinya rela hidup dalam kesederhanaan.

"Tiap hari yang saya makan bersama istri dan anak hanya makan tahu, tempe, ikan asin dan lalapan. Karena saya harus menabung Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari ditabung sebagai ongkos naik haji. Kalau nuruti makan enak, ya duitnya habis, kan jadi ga bisa daftar haji," kata calhaj asal Kloter 38 itu.

Legi pergi haji seorang diri, tanpa ditemani istrinya. Sebab, Legi mengaku tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai istrinya berhaji. "Uang dari mana mas. Dalam sehari hanya punya pemasukan Rp40 ribu sebagai tukang cangkul," katanya.

Meski hidup dalam kesederhanaan, Legi mengaku tak pernah meninggalkan salat lima waktu, dan ibadah sunnah seperti tahajud dan salat duha. Setiap hari, Legi juga rutin membaca surat Yasin dan bersalawat, utamanya selesai melaksanakan salat lima waktu.

"Di Mekah nanti saya ingin bertaubat atas segala khilaf saya, saya juga ingin salat di roudloh dan makam Rosulullah, saya ingin jadi haji mabrur," kata Legi.


(ALB)