Angka Kejahatan di Jombang Menurun pada Ramadan 2017

Nurul Hidayat    •    Rabu, 05 Jul 2017 14:51 WIB
ramadan 2017
Angka Kejahatan di Jombang Menurun pada Ramadan 2017
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jombang: Terjadi penurunan angka kejahatan selama Ramadan hingga Lebaran di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kasus kriminalitas pada tahun ini turun hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Secara garis besar, tindak kriminalitas di Kabupaten Jombang mengalami penurunan. Dari total 30 kasus selama Operasi Ramadniya pada 2016, menjadi 15 kasus selama Operasi Ramadniya 2017," kata Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto di kantornya, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur, Rabu 5 Juli 2017.

Agung menjelaskan, penurunan angka kriminalitas di Kabupaten Jombang salah satunya karena Tim Eagle Polres Jombang. Selain itu, juga patroli yang dilakukan anggota Resmob Satreskrim Polres Jombang di daerah rawan kejahatan.

"Dari total 15 kasus tindak kriminalitas yang terjadi selama Operasi Ramadniya 2017, Polres Jombang berhasil menangkap 16 pelaku. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polres Jombang," lanjutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Metrotvnews.com, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tahun ini hanya dua kasus dari sebelumnya tiga kasus. Sedangkan, kasus narkoba yang sebelumnya dua menjadi tidak ada.

Kasus pemalsuan surat pada 2016 ada satu kasus, tahun ini menjadi tidak ada. Untuk pemilikan senjata tajam pada 2016 ada satu kasus, tahun ini juga menjadi nihil.

Pencurian dengan kekerasan dari satu kasus pada 2016, menjadi nihil pada 2017. Pencurian dengan pemberatan pada 2016 ada lima perkara, turun menjadi satu perkara di 2017.

Perjudian pada 2016 ada lima perkara, turun menjadi satu perkara di 2017. Untuk jumlah kasus pengeroyokan di 2016 terdapat empat perkara, pada 2017 berkurang menjadi satu perkara.

Kasus penganiayaan berat dari dua kasus pada 2016 menjadi tidak ada di tahun ini. Sama halnya dengan penganiayaan ringan, dari satu kasus pada 2016, menjadi nihil.

Penipuan tercatat ada dua kasus pada 2017, dan menjadi tidak ada tahun ini. Terakhir, kekerasan dalam rumah tangga yang pada 2016 tercatat ada satu perkara, menjadi tidak ada pada 2017.

Meskipun sejumlah kasus mengalami penurunan, namun ada juga yang mengalami peningkatan. Di antaranya kasus pencurian dalam bis dari tidak ada menjadi satu kasus pada 2017. SAma halnya dengan pemerkosaan, dari tidak ada pada 2016, menjadi satu kasus pada 2017.

Sedangkan, perbuatan melawan hukum lainnya dari tidak ada menjadi satu kasus di 2017. Paling banyak adalah laporan dari unit perlindungan perempuan dan anak (PPA), dari satu kasus pada 2016 menjadi lima kasus di 2017.


(NIN)