Malang Kekurangan 2.500 Guru ASN

Aditya Mahatva Yodha    •    Rabu, 23 Aug 2017 11:34 WIB
guru
Malang Kekurangan 2.500 Guru ASN
Guru di Kabupaten Malang memperingati Hari Pendidikan Nasional beberapa waktu lalu -- MTVN/Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Sudah lima tahun Kabupaten Malang tidak mendapat jatah pengangkatan guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah pusat menganggap komposisi ASN di Malang terlalu banyak, yakni 6 juta orang.

Selama tidak ada pengangkatan, terjadi pensiun massal karena banyak guru yang diangkat menjadi ASN dalam waktu bersamaan. Jumlah guru ASN yang pensiun mencapain 500 orang setiap tahunnya.

Jika tahun ini tidak ada pengangkatan, maka Kabupaten Malang bisa kekurangan 2.500 guru ASN. Itu pun hanya guru untuk tingkat SD dan SMP.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Slamet Suyono menjelaskan,  sekolah boleh menggunakan jasa guru tidak tetap (GTT) untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik. "GTT dibayar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tapi, faktanya anggaran itu tidak cukup," kata dia di kantornya, Jalan Panarukan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Rabu 23 Agustus 2017.

GTT hanya menerima insentif Rp400 ribu per bulan. Berbeda dengan guru ASN, apalagi yang telah lulus sertifikasi, bisa mengantongi gaji mencapai Rp10 juta per bulan. Perbedaannya sangat timpang sekali.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang Dwi Soetjipto berharap, ada kenaikan insentif agar para GTT bisa lebih baik melakukan tugasnya. "Ini agar bisa memenuhi keinginan dalam menaikan mutu pendidikan di Kabupaten Malang dengan cepat," ucapnya.

Dwi juga mendesak DPRD Kabupaten Malang bisa menyetujui insentif yang diusulkan PGRI, yaitu maksimal Rp1,2 juta. Kenaikan insentif ini agar mutu pendidikan lebih baik dan GTT menjadi bersemangat mencerdaskan anak bangsa.

"Mudah-mudahan disetujui DPRD dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan)," pungkas Soetjipto.

Saat ini, ada 11.000 guru bersatus ASN di Malang. Mereka mengajar di SD dan SMP negeri maupun swasta. Sementara, jumlah GTT ada 7.000 orang.


(NIN)