Polisi Tangkap Terduga Teroris di Jember

Kusbandono    •    Minggu, 05 Aug 2018 15:09 WIB
terorisme
Polisi Tangkap Terduga Teroris di Jember
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Jember: Densus 88 Antiteror Polda Jawa Timur menangkap seorang terduga teroris berinisial AR di Jember, Jawa Timur. Ar dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjual bakso keliling. 

Tim Densus 88 juga menggeledah rumah yang ditempati AR di Perumahan Istana Tegal Besar, Kabupaten Jember.

"Memang benar ada 15 polisi bersenjata lengkap yang menggeledah rumah AR pada Kamis sore 2 Agustus 2018 pukul 15.00 WIB, saat polisi melakukan penggeledahan hanya ada istri AR dan tiga anaknya," kata Ketua RT perumahan setempat, Nur Cahyo di Jember, Minggu, 5 Agustus 2018.

Nur Cahyo mengatakan, dirinya diminta oleh polisi untuk menjadi saksi saat penggeledahan dilakukan, sekaligus menyampaikan kabar kepada istri AR bahwa polisi telah mengamankan AR karena diduga terlibat jaringan terorisme.

"Barang bukti yang diamankan dari rumah AR di antaranya pisau, gunting, laptop, telepon genggam, buku harian, dan sejumlah kartu perdana seluler yang disita," jelas Nur Cahyo

Selama sekitar 1,5 jam melakukan penggeledahan di rumah kontrakan AR, tim Densus 88 yang bersenjata lengkap juga bersiaga di sejumlah jalan masuk menuju rumah AR, sehingga banyak warga di perumahan tersebut memilih menutup rumah mereka.

"Setelah adanya penggeledahan tersebut, aktivitas warga di perumahan kembali normal," beber Nur Cahyo.

Meski demikian, Nur Cahyo mengatakan jika tidak ada yang mencurigakan dari keseharian AR. Dia kerap bergaul dengan warga dan tidak pernah ada hal yang janggal dari keluarga AR.

"Orangnya jual bakso keliling pakai motor. Setiap bertemu tetangga selalu menyapa. Kami kaget saat rumahnya digerebeg karena kasus terorisme," ungkap Nur Cahyo.

AR tinggal di Perumahan tersebut sudah sekitar delapan bulan. Dia tinggal di rumah tipe 36 plus itu bersama istri dan ketiga anaknya.

"Enggak ngontrak, disuruh nempati saja sama pemilik rumah. Katanya ada ikatan saudara dengan pemilik rumah," pungkas Nur Cahyo.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Polres Jember terkait penangkapan dan penggeledahan rumah AR yang diduga teroris tersebut.


(DEN)