Marwah Daud Diperiksa Polda sebagai Saksi Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Catur Irawan, Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 17 Oct 2016 09:56 WIB
dimas kanjeng taat pribadi
Marwah Daud Diperiksa Polda sebagai Saksi Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Marwah Daud Ibrahim, Ant - Reno Esnir

Metrotvnews.com, Surabaya: Polda Jawa Timur bakal memeriksa Marwah Daud Ibrahim pada Senin 17 Oktober. Marwah diperiksa terkait dugaan penipuan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jatim.

"Pemeriksaaan sebagai saksi. Jadwalnya pukul 09.00 WIB. Namun hingga kini belum hadir," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Surabaya.

Marwah merupakan Ketua Yayasan Dimas Kanjeng. Polda akan memeriksa Marwah terkait dugaan penipuan yang dilakukan Taat Pribadi dengan modus pengadaan uang.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa sesat terhadap ajaran Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. MUI pun meminta pemerintah daerah menutup padepokan dan membubarkan pengikutnya.

"Kami meminta pemerintah memulangkan para pengikut dan membina mereka di daerah asal masing-masing," kata Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori.

Nama Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mencuat ke pemberitaan dalam beberapa bulan terakhir. Awal mulanya, penyidik mengembangkan penyelidikan terkait penemuan dua jenazah. Yaitu Ismail Hidayah dan Abdul Gani.

Jenazah Ismail ditemukan di Probolinggo pada 4 Februari 2015. Sementara jenazah Abdul Gani ditemukan di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 14 Februari 2016.

Usut punya usut, Abdul Gani dan Ismail merupakan pengikut Taat Pribadi. Kemudian penyelidikan mengarah ke Taat Pribadi.

Kemudian pada 22 September 2016, polisi menangkap Taat Pribadi yang berada di padepokannya. Pasalnya, Taat Pribadi tak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan. 

Polisi lantas menggelandang Taat Pribadi ke Mapolda Jatim. Lalu, polisi menetapkan Taat Pribadi sebagai tersangka dan otak dari pembunuhan kedua pengikutnya.

Baca: Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo

Penyidikan berlanjut. Polisi mendapat laporan Taat Pribadi melakukan penipuan. Modusnya yaitu penggandaan uang.

Baca: Jadi Tersangka, Dimas Kanjeng Diduga Menipu Rp25 Miliar

Marwah Daud Ibrahim membela Taat Pribadi. Ia bahkan menjadi santri Taat Pribadi setelah beristikharah kurang lebih setahun.

Lihat video:




(RRN)