Kasus Penjualan Aset, Dirut PT PWU Enggan Melihat Masa Lalu

Amaluddin    •    Kamis, 27 Oct 2016 21:01 WIB
dahlan iskan
Kasus Penjualan Aset, Dirut PT PWU Enggan Melihat Masa Lalu
Dahlan Iskan. Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Surabaya: Kasus korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PT PWU) milik badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Jawa Timur terus bergulir. Namun, hingga saat ini pihak PT PWU enggan berkomentar banyak terkait kasus tersebut.

"Itu kan kejadian masa lalu, sementara saya juga baru menjabat (2016). Tidak mengikuti," kata Direktur Utama PT PWU, Basanto Yudoyoko, kepada Metrotvnews.com, ditemui di kantor PT PWU di basement JX Internasional Surabaya, Kamis (27/10/2016). 

Saat ditanya apa benar PT PWU menjual sejumlah asetnya di daerah? Basanto membenarkan. Ia mengatakan aset PWU yang dijual merupakan aset-aset kecil. Misalnya, PWU melepas tanah di Jalan Hasanuddin Nomor 1, Tulungagung, sekitar 24 ribu meter persegi, kemudian lahan 3,2 hektare bekas pabrik minyak Nabatiasa di Kediri, dan lahan bekas pabrik keramik di Tulungagung.

"Lahan di Tulungagung ditukar guling dengan lahan di Karang Pilang, Surabaya, seluas 16 hektare. Seluas 12 hektare di antaranya digunakan untuk PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER)," kata dia. 

Menurutnya, persoalan aset menjadi masalah yang dihadapi PWU di banyak tempat di Jatim. PWU harus mengurus pajak dan surat-surat kepemilikan serta menghadapi orang-orang yang menempati lahan yang diwarisi PWU dari perusahaan milik pemerintah kolonial yang dinasionalisasi. 
 
Menurut Basanto, aset-aset kecil itu dijual untuk ditukar guling dengan aset-aset yang lokasinya lebih strategis, sehingga menguntungkan perusahaan daerah milik Pemprov Jatim. 

"Besarannya ada yang langsung seperti bayar pajak, bayar karyawan sebanyak 800 orang, dan pemasukannya tidak langsung seperti pendapatan asli daerah (PAD)," katanya. 

Hingga kini, Kejati Jatim tengah menyidik kasus ini. Sejumlah mantan petinggi PT PWU diperiksa. Terbaru, Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Bos Jawa Pos Group ini diduga merugikan uang negara Rp8,5 miliar dari penjualan aset PT PWU di Tulungagung. Aset berupa bekas pabrik itu dijual ke PT Sempulur Adi Mandiri pada 2003. Saat itu, Dahlan masih menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU. Dahlan menjabat sebagai Direktur PT PWU mulai 2000 hingga 2010. Sepanjang 10 tahun itu, 33 aset PT PWU dijual.

 


(UWA)