Risma Sebut Kehabisan Waktu Realisasikan Trem

Amaluddin    •    Senin, 10 Dec 2018 19:04 WIB
angkutan umum
Risma Sebut Kehabisan Waktu Realisasikan Trem
Ilustrasi trem, MI - Ahmad Punto

Surabaya: Kota Surabaya, Jawa Timur, batal memiliki trem. Alasannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma mengaku tak memiliki waktu untuk merealisasikan angkutan massal berbasis rel tersebut.

Risma mengaku masa jabatannya tersisa dua tahun lagi. Ia telah mengupayakan trem sejak 10 tahun lalu. Ia mengaku mendapat banyak kendala mewujudkan trem di Surabaya.

"Saya sudah berupaya 10 tahun tapi tidak bisa," ujar Risma ditemui di jumpa pers di ruang kerjanya di Surabaya, Senin, 10 Desember 2018.

Namun Risma enggan menyebutkan kendalanya. Namun ia mengaku moda transportasi massal yang pantas di Surabaya yaitu bus.

"Mungkin ke depan akan memperbanyak bus untuk jalur ke kota. Karena yang paling mudah pakai bus," katanya.

Baca: Pembangunan Trem di Surabaya Tunggu Rekomendasi Menhub

Risma mengatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat melanjutkan rencana tersebut. Bila trem beroperasi, jalur bus dapat dipindahkan. 

Meski demikian, Pemkot Surabaya menunggu rekomendasi dari tim pengkaji Kementerian Perhubungan. Setelah rekomedasi turun, pembangunan trem bisa segera dimulai. Namun tampaknya rekomendasi tersebut belum juga turun.

"Kami masih menunggu hasil kajian dari tim pengkaji. Kalau keingginan saya, dua hingga tiga tahun ke depan sudah bisa dioperasikan trem. Karena disaat itu Surabaya sudah padat sekali dan memerlukan transportasi massal," kata Risma kala itu.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji ulang keberadaan trem di Surabaya. Moda transportasi yang dianggapnya hanya sekadar nostalgia ini masih akan dikaji efektivitasnya dalam mengurai kemacetan di Surabaya.



(RRN)