Pakar Geologi Pastikan Tidak Ada Ambles Susulan

Amaluddin    •    Kamis, 20 Dec 2018 08:51 WIB
Jalan Gubeng Ambles
Pakar Geologi Pastikan Tidak Ada Ambles Susulan
Foto aerial kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara/Didik Suhartono.

Surabaya: Tim ahli bangunan gedung Kota Surabaya Mudji Irmawan Arkani memastikan area sekitar jalan ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, aman. Amblesnya jalan hanya bersifat lokal, dan tidak akan terjadi ambles susulan.

"Tanah ambles hanya berada di satu titik, sehingga tidak akan terjadi ambles susulan. Karena longsor ini bersifat lokal," kata Muji di Surabaya, Rabu, 19 Desember 2018.

Muji mengatakan, pihaknya bersama timnya masih akan melakukan penelitian untuk mengetahui detail penyebab jalan ambles, utamanya di jalan protokol tersebut.

"Jadi kami belum bisa menyimpulkan, karena masih akan diselidiki dulu untuk mengetahui apakah ada kesalahan dalam konstruksi atau faktor lain. Yang pasti, jalan ini ambles karena robohnya tembok penahan tanah," kata Muji.

Pria yang juga dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjelaskan faktor alam memungkinkan berpengaruh karena hari-hari terakhir Surabaya hujan. Kondisi tersebut membuat kandungan air dalam tanah cukup tinggi dan menambah beban tembok penahan air jebol.

"Sekali lagi ada dan tidaknya kesalahan konsutruksi masih akan diteliti," kata Mudji.

Baca juga: BNPB: Jalan Gubeng Ambles karena Kesalahan Konstruksi

Penilian sama juga disampaikan ahli geologi ITS Amin Widodo mengatakan amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng akibat longsor merupakan hal biasa. Itu terjadi bukan karena adanya dua patahan aktif di Surabaya yang bisa mengakibatkan gempa darat. 

"Jalan ambles itu murni karena longsor. Bisa karena kondisi tanah yang labil, bisa juga karena kesalahan konstruksi. Untuk mengetahui detail penyebabnya, harus diteliti dulu. Jadi itu tidak ada kaitannya dengan dua patahan aktif," kata Amin.

Ruas Jalan Raya Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa malam, 18 Desember 2018. Tanah yang ambles berkedalaman 20 meter, lebar 15 meter, dan panjang 100 meter. 

Di area tanah ambles itu terdapat aktivitas pembangunan perluasan oleh RS Siloam Surabaya. Lokasinya persis di depan BNI Kanwil Surabaya dan Toko Elizabeth atau persis di belakang RS Siloam Surabaya.




(HUS)