Sebulan ada 19 Kasus DBD di Kota Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 24 Jan 2019 14:33 WIB
demam berdarah
Sebulan ada 19 Kasus DBD di Kota Malang
ilustrasi Medcom.id

Malang: Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang tahun ini mengalami peningkatan. Pada Januari 2019, kasus DBD tercatat sebanyak 19 kasus di Kota Malang. Sedangkan, di bulan yang sama tahun lalu tercatat hanya 9 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari mengatakan faktor utama peningkatan wabah DBD tersebut adalah cuaca.

“Ini bisa jadi siklus lima tahunan nyamuk. Tapi yang utama adalah cuaca. Kota Malang beberapa bulan belakangan kan hujan lalu tidak hujan lalu hujan lagi. Cuaca ini menimbulkan banyak genangan air," katanya.

Asih, sapaan akrabnya, menjelaskan nyamuk Aedes Aegypti memang cepat berkembang biak di air bening yang berasal dari genangan air tersebut.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Kader-kader posyandu sudah saya instruksikan untuk memberikan informasi ini kepada masyrakat karena mereka yang dekat langsung dengan warga sekitar,” bebernya.

Hanya saja, Dinkes Kota Malang kali ini tidak melakukan fogging atau pengasapan karena cara tersebut dinilai tidak efektif. Sebab, menurut Asih, beberapa tahun belakangan, fogging justru malah membantu nyamuk untuk berkembang biak. 

“Malah mereka cepat berkembang biak, nyamuk hanya pindah. Dan ga kena nyamuk yang sedang bertelur hanya bunuh diluar saja,” terangnya.

Sebagai gantinya, Dinkes Kota Malang memberlakukan cara yang dianggap lebih efektif yaitu 'Panen Jentik Nyamuk'. Yakni memakai alat tampung air yang sengaja ditempatkan di sebuah tempat dengan bak tampungan terbuka.

"Alat tampung air itu harus di tutupi dengan sesuatu berwarna hitam, karena  nyamuk Aedes Aegypti suka dengan sesuatu berwarna gelap apalagi hitam. Lalu kita tunggu, kalau sudah ada telur-telurnya kita tunggu sampai 6 hari ketika jentik sudah ada," jelasnya.

"Pokoknya setelah 6 hari barulah kita panen. Bisa dijadikan makanan ikan bisa dibuang saja," imbuhnya.

Namun cara ini tidak boleh dilakukan lebih dari 6 hari sejak nyamuk bertelur di tempat tersebut. Pasalnya, setelah 6 hari, jentik akan berubah menjadi nyamuk lagi.

Sementara itu, menurut data Dinkes Kota Malang, pada 2016 kasus DBD tercatat sebanyak 464 kasus dengan penderita meninggal dunia sejumlah 3 orang. Pada 2017, kasus DBD sebanyak 105 kasus dengan kasus meninggal sejumlah 3 orang. Sedangkan pada 2018 terdapat penurunan yakni 82 kasus dengan catatan penderita meninggal dunia 1 orang.



(ALB)