Korupsi Proyek Pasar, Wali Kota Madiun Divonis 6 Tahun

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 22 Aug 2017 13:29 WIB
kasus korupsi
Korupsi Proyek Pasar, Wali Kota Madiun Divonis 6 Tahun
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Wali Kota Madiun (nonaktif) Bambang Irianto divonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair empat bulan. Putusan itu lebih ringan tiga tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Unggul Warsito, meniliai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana tiga dakwaan yang diajukan jaksa. Yakni, korupsi proyek Pasar Besar Madiun, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang selama periode 2009-2016.

Baca: Wali Kota Madiun Dituntut 9 Tahun

Terdakwa melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP, serta Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Bambang dinilai turut serta dalam proyek pembangunan Pasar Besar Madiun. Baik penyertaan modal maupun pelibatan perusahaan milik anaknya yang menjadi bagian dalam memasok material proyek tersebut. Dari proyek tersebut, terdakwa mendapat keuntungan sebesar Rp1,9 miliar.

Selain itu, terdakwa juga meminta hak retensi atau jaminan saat proyek pembangunan selesai dengan jumlah lima persen dari total proyek senilai Rp76,523 miliar dari anggaran tahun jamak yakni 2009 hingga 2012. Sedangkan untuk kasus gratifikasi, selama menjabat sebagai wali kota Madiun, yakni 2009 hingga 2016, Bambang telah menerima setoran dari pengusaha, perizinan, dan pemotongan honor pegawai Pemkot Madiun sebesar Rp48 miliar.

"Akibat perbuatannya, terdakwa di vonis 6 tahun denda Rp1 miliar dengan subsidair empat bulan," tegas Majelis Hakim.


(SAN)