Pemprov Pastikan Stok Pangan di Jatim Aman Hingga Lebaran

Amaluddin    •    Kamis, 20 Apr 2017 15:19 WIB
panganstok beras
Pemprov Pastikan Stok Pangan di Jatim Aman Hingga Lebaran
Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jatim dalam rangka Fokus Strategi Antisipasi Gejolak Harga Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017. (MTVN/Amal)

Metrotvnews.com, Surabaya: Stok bahan pokok di Jawa Timur dipastikan aman jelang Ramadan dan Lebaran 2017. Kepastian ini disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jatim. 

"Kami pastikan stok kebutuhan bahan pokok aman sampai lebaran," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, di salah satu hotel di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Rabu, 19 April 2017. Rapat dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang Ramadan dan Lebaran.

Pakde Karwo menjelaskan, produksi beras bulan Juni 2017 di Jatim diperkirakan mencapai 1.030.199 ton. Tingkat konsumsi 297.243 ton per bulan. Artinya, beras di Jatim surplus 732.956 ton. 

"Kemudian untuk stok beras di gudang Bulog pada April 2017 sebanyak 531 ribu ton dan tersebar di 364 gudang di Jatim," ujarnya.

Gula pasir surplus. Stok gula di Jatim pada April 2017 sebanyak 200.773,5 ton. Dengan konsumsi 50 ribu ton per bulan berarti ada surplus 150.773,5 ton. Data dari gudang Bulog, stok gula bulan April sebanyak 174 ribu ton. "Sehingga untuk beras dan gula pasir kami jamin stok aman hingga lebaran," jelasnya.

Sejumlah komoditas pertanian seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai merah rawit, dan bawang merah, juga dipastikan aman. Karwo juga memastikan stok daging sapi, telur ayam, daging ayam, minyak goreng dan terigu, aman hingga lebaran. 

Pada Juni 2017 diprediksi stok daging sapi surplus 23.804 ton, telur ayam surplus 148.445 ton, dan daging ayam surplus 48.803 ton. Minyak goreng surplus 25 ribu ton dan tepung terigu surplus 18 ribu ton. 

Surplus bahan pokok nantinya akan didistribusikan ke berbagai provinsi di Tanah Air. Misalnya, beras akan didistribusikan ke-19 provinsi, tepung terigu didistribusikan ke-15 provinsi, gula pasir ke-16 provinsi dan minyak goreng ke-11 provinsi. 

"Komoditas bahan pokok lainnya seperti telur ayam, cabai merah, daging sapi dan bawang dari Jatim juga didistribusikan ke berbagai provinsi lain," ucapnya.


(ALB)