Untag Yakin Menang di KMLI

Syaikhul Hadi    •    Senin, 20 Nov 2017 14:39 WIB
mobil listrik
Untag Yakin Menang di KMLI
Mahasiswa Politeknik Untag Surabaya saat uji coba di sepanjang jalan raya kampus Universitas Tujuh belas Agustus Surabaya.

Surabaya: Politeknik Untag Surabaya optimistis menang dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) di Politeknik Bandung pada 23-25 November mendatang. Pasalnya, dari lima kriteria penilaian yang dibutuhkan, mobil listrik hasil karya mahasiswa politeknik Untag tersebut lolos ujicoba. 

Dalam ajang KMLI di Politeknik Bandung besok, ada beberapa persyaratan yang masuk dalam penilaian kompetisi tersebut. Di antaranya, Kecepatan dan efisiensi. yaitu setiap lap sepanjang 1 kilometer dalam uji pertama mengelilingi sebanyak 10 kali. 

"Itu untuk menghitung kecepatan dan efisiensi waktunya," kata Wakil Direktur Politeknik Untag Surabaya, Yusuf Eko Nurcahyo, Senin, 20 November 2017.

Baca: Mobil Listrik Rakitan Mahasiswa Untag Surabaya bakal Dilombakan

Kedua, kecepatan laju kendaraan dari start. Ketiga, pengereman, yang mana dalam pengereman ini akan dihitung kecepatan mengerem saat melaju dengan jarak tempuh 20 kilometer. Keempat, zig-zag. Dalam hal ini akan dinilai laju kecepatan saat melintasi perlintasan zig-zag arena tanpa bersenggolan dengan batas yang ditentukan. 

"Dan terakhir adalah tanjakan. Dalam tanjakan ini akan dinilai kemiringan mobil sebanyak 15 derajat dengan jarak tempuh 30 kilometer. Dan akan dihitung seberapa cepat sampai di garis Finish," terang Yusuf. 

Menurutnya, dari berbagai persyaratan dalam penilaian tersebut, mobil listrik hasil karya mahasiswa Politeknik Untag Surabaya sudah mampu melewati dengan dilakukan ujicoba sebelumnya. 

"Saat perakitan pun, sudah mengira-ngira berapa kecepatan yang dibutuhkan nanti. Untuk saat ini, kecepatan mobil listrik ini mencapai 60-70 km/perjam," ujar Yusuf.




Disamping itu, mobil listrik juga dilengkapi dengan dua aki sesuai dengan jarak tempuh kisaran 30 Km/perjam. Sehingga mampu mengimbangi persyaratan kriteria penilaian ajang KMLI.

"Pernah kita coba semua, baik ditanjakan, jalanan zig-zag, maupun kecepatan dan efisiensi waktunya. Alhamdulillah lolos semua. Semoga tidak ada kendala saat lomba nanti," harapnya.  

Pembuatan mobil listrik yang mencapai kisaran Rp80 jutaan, sempat mengalami kendala pada Sterring dan penggabungan dua motor. Karena penggabungan dua motor tersebut memerlukan keseimbangan. 

"Biasanya satu motor. Tapi kita menggunakan dua motor  DC berkekuatan 48 Volt yang langsung ke ban. Jadi pengurangan putaran pada seringnya semakin sedikit. Sehingga semakin efisien," tandasnya. 

Sementara Direktur Politeknik Untag Surabaya, Gatut Budiono menambahkan antara kinerja dan kemampuan yang ada, tentunya masih memerlukan perbaikan dan inovasi. Sehingga inilah yang menjadikan penelitian dan riset berikutnya. 

"Syukur-syukur, tahun depan bisa lebih sempurna dan bisa menjadi produksi massal," tambahnya.



(ALB)