Status Darurat Bencana Pacitan akan Diperpanjang

Amaluddin    •    Jumat, 01 Dec 2017 19:12 WIB
cuaca ekstremsiklon tropis cempaka
Status Darurat Bencana Pacitan akan Diperpanjang
Pemandangan saat banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan termasuk pusat Kota Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Surabaya: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, telah menetapkan darurat bencana selama tujuh hari kedepan, sejak 28 November hingga 4 Desember. Ini lantaran bencana yang terjadi saat ini paling parah dari tahun sebelumnya.

“Status ini bisa diperpanjang menyesuaikan kedaruratan bencana di Pacitan," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, di Surabaya, Jumat, 1 Desember 2017.

Menurut Gus Ipul, Pacitan selama ini memang identik dengan bencana banjir dan tanah longsor. Namun demikian, kejadian banjir bandang tahun ini merupakan peristiwa bencana terbesar yang pernah terjadi di Pacitan.

Pada 1976 dan 1977 silam, bencana banjir bandang juga sempat memporak-porandakan Pacitan. Akses jalan menuju Ponorogo kala itu juga lumpuh total. “Kali ini kembali terjadi, bahkan mungkin lebih parah,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Gus Ipul, seluruh kekuatan pun dikerahkan. Setidaknya terdapat 1.174 personel gabungan dari TNI, Polri, Tagana, PMI, BPBD, TimSAR dan tim relawan telah bekerja siang malam.

Saat ini, kata Gus Ipul, pemerintah setempat juga juga menunjuk kepala Kodim Pacitan sebagai pengendali utama sehingga normalisasi Pacitan bisa segera terwujud. Ini dilakukan sebagai upaya pemulihan Pacitan.

“Target pertama adalah mencari korban yang belum ditemukan serta membuka akses jalan yang masih terputus," ujarnya.

Sementara kondisi Pacitan saat ini, intensitas hujan sudah mulai reda, namun luapan air bah masih menggenangi sejumlah lokasi di kawasan kota dan Kecamatan Arjosari.

Sampai detik ini, hampir seluruh pemukiman di Kelurahan Ploso, tepatnya Perumahan Asabri, Barean, masih tergenang air setinggi pusar. Misalnya di Kelurahan Sidoharjo, tepatnya di lingkungan Barak sekitarnya masih ada genangan air bah masih mencapai 50 sentimeter.

BPBD Jatim pun saat ini juga telah menyalurkan bantuan berupa selimut, sarung, paket sandang, peralatan kesehatan, seragam sekolah, lampu emergency, jerigen lipat, dan perahu karet 7 unit. 

Begitu juga Dinas Sosial Jatim memberikan bantuan lauk pauk dan matras. Sementara Dinas Kesehatan Jatim memberikan bantuan perahu karet, makanan penambah air susu ibu, makanan untuk anak-anak, polybag, kaporit dan paket obat-obatan, dan lainnya.

“Sedangkan Dinas PU Jatim juga memberikan bantuan dua alat berat. Alhamdulillah hari ini banjir sudah surut tinggal sisa-sisa lumpur yang perlu cepat dibersihkan sehingga Pacitan bisa pulih kembali," ujarnya.

Para pengungsi, sementara waktu masih menempati beberapa pos bencana di beberapa titik. Antara lain di GOR, Gedung AKN, Balai Kelurahan Pacitan, Balai Desa Bangunsari serta Gedung Yabbi.


(ALB)