Merasa Dibohongi, Warga Korban Lapindo Tagih Janji Jokowi

Heri Susetyo    •    Selasa, 21 Apr 2015 14:25 WIB
lumpur lapindo
Merasa Dibohongi, Warga Korban Lapindo Tagih Janji Jokowi
Warga korban lumpur Lapindo menuntut pelunasan ganti rugi, Ant/ Suryanto

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Warga korban semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, menagih janji Presiden Joko Widodo soal pemberian uang ganti rugi. Sebab, sembilan tahun berlalu sejak lumpur menyembur, pembayaran ganti rugi tak kunjung lunas.

Warga kesal saat mendatangi Panitia Khusus Lumpur DPRD Sidoarjo, Selasa 21 April. Mereka mendesak dewan menyampaikan kekesalan itu ke pemerintah pusat.

Mereka kecewa sebab berkali-kali merasa dibohongi terkait pembayaran ganti rugi yang tak kunjung selesai. Sewaktu ganti rugi masih ditangani PT Minarak Lapindo Jaya, warga kenyang dengan janji-janji yang tak ditepati.

Kini, pembayaran ganti rugi dialih pemerintah melalui program dana talangan. Lagi-lagi, warga harus bersabar. Sebab, pemerintah berjanji mencairkan dana talangan itu pada Februari 2015 namun hingga berita ini dimuat belum terealisasi.

"Mana janji Presiden Jokowi yang pernah berkampanye di tanggul akan menyelesaikan ganti rugi secepatnya," kata Irvan, 50, korban lumpur Lapindo asal Desa Jatirejo.

Dalam pertemuan itu, warga pun menolak pencairan melalui PT Minarak Lapindo Jaya atau Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Mereka berharap pemerintah mengirim langsung uang ganti rugi itu ke rekening masing-masing.

"Kalau melalui PT Minarak, hingga kiamat pun tak akan dibayar. Kalau melalui BPLS akan menjadi rumit," kata Juwari,54, warga korban Lapindo asal Desa Renokenongo.
 


(RRN)