Rindu tapi Warga Syiah tak Bisa Toron ke Sampang

Heri Susetyo    •    Kamis, 24 Sep 2015 11:36 WIB
idul adha
Rindu tapi Warga Syiah tak Bisa Toron ke Sampang
Suasana pengungsi Syiah di rumah susun Jemundo, Sidoarjo, Ant - Eric Ireng

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Warga Syiah yang tinggal di rumah susun Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur, tak bisa melakukan tradisi mudik alias toron ke Sampang. Meski rindu dengan kampung halaman, mereka tetap bersuka cita menyambut Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah.

Seperti umat Islam lainnya, pengungsi Syiah juga melaksanakan salat Idul Adha di masjid dekat rumah susun. Usai salat, mereka berkumpul di sekitar rumah susun dan memasak daging kurban bersama-sama. 

Mereka belum bisa pulang kampung karena perbedaan keyakinan. Mereka menganut paham Syiah yang berbeda dengan paham masyarakat Sampang. Lantaran perbedaan itu, warga Sampang menolak kehadiran Syiah.

Lantaran tak bisa pulang kampung, warga Syiah merayakan Idul Adha di rumah susun. Mereka menyembelih kambing kurban pemberian donatur. 

"Harapannya suatu saat bisa kembali ke kampung," ungkap Iklil Al Mial, pengungsi Syiah, Kamis (24/9/2015).

Saat ini, jumlah pengungsi Syiah di rumah susun Jemundo mencapai 294 jiwa atau 7 kepala keluarga. Dua tahun mengungsi, jumlah warga Syiah di Jemundo bertambah dari 168 jiwa.

Rumah susun Jemundo bukan satu-satunya lokasi pengungsian Syiah. Pengungsi juga ditampung di Pondok Syiah di Pasuruan. 



(RRN)